Buat Akun Atau Masuk
Beranda Beli Sewa Cari Listing Cari Agen

Berikut Update Harga Tanah Per Meter Di Tahun 2021


Properti adalah barang yang dibutuhkan semua manusia sehingga properti ini menjadi suatu bentuk investasi yang menarik. Terlebih manusia berkembang dan bertambah yang menjadikan kebutuhan properti selalu ada, namun karena luas bumi tetap, tanah yang tersedia di bumi makin terbatas. Akibatnya makin lama, tanah makin mahal dan membuat kenaikan harga properti terjadi tiap tahun.

Faktor Naiknya Harga Tanah Setiap Tahunnya

Berdasarkan survei tiga bulanan (kuartal) Bank Indonesia, pada akhir 2019 sektor properti sempat membaik dan tumbuh. Tahun 2020 yang digadang-gadang menjadi kebangkitan sektor properti malah makin turun. Pada fase Juli-Oktober 2021, pertumbuhan harga properti hanya mencapai 1,51 persen. Jika pandemi COVID-19 bisa diatasi pada tahun ini, kemungkinan harga sektor properti akan bangkit. Dapat disimpulkan bahwa harga tanah akan terus naik dan bertumbuh, hal ini terjadi karena berbagai alasan.

  1. Inflasi Dan Ekonomi 
    Secara global memang terjadi inflasi di tiap tahunnya. Situasi di mana keadaan harga produk dan layanan mengalami kenaikan ini yang membuat kantung makin tertekan. Faktor inflasi in tentunya memengaruhi banyak hal seperti suku bunga, ongkos bahan bakar, dan percepatan pinjaman kredit. Tidak ketinggalan, inflasi juga memengaruhi produk turunan properti seperti cat dan semen yang berujung pada meroketnya harga properti. 
  2. Ketersediaan Tanah Yang Tidak Pernah Bertambah
    Kebutuhan hunian terus makin meningkat dari tahun ke tahun. Namun, kenyataannya justru ketersediaan tanah tak kunjung bertambah bahkan bisa dikatakan berkurang. Nah, dikarenakan supply dan demand tidak seimbang maka terjadilah kenaikan harga properti dari tahun ke tahun.
  3. Jumlah Penduduk Yang Terus Bertambah
    Kenaikan jumlah penduduk setiap saat tidak disertai dengan perluasan tanah. Faktor ini merupakan salah satu penyebab terjadinya kenaikan harga properti dari tahun ke tahun terlebih di lokasi yang strategis. Bahkan, lokasi di pusat kota besar sekalipun harga tanahnya jauh melambung tinggi.

Faktor Yang Memengaruhi Harga Tanah

Seperti yang kita ketahui, harga tanah di suatu daerah berbeda dengan daerah lain. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya

  1. Lokasi Tanah Strategis
    Sudah merupakan hal universal bahwa makin strategis lokasi tanah maka makin tinggi pula harga jualnya. Lokasi tanah strategis amat ditentukan oleh pertimbangan ekonomis, misalnya sebidang tanah yang hendak dibeli atau Anda miliki ternyata berada di pusat kota, dekat dari pusat pemerintahan dan pusat bisnis. Ditambah lagi apabila kualitas lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya mendukung, seperti tersedianya fasilitas umum dan utilitas umum.
  2. Terletak Di Kawasan Padat Penduduk
    Bagi Anda pemilik tanah yang terletak di kawasan padat penduduk harga tanah akan cenderung terus meningkat. Hal ini diperkuat fakta bahwa tanah yang terletak di kawasan penduduk lazimnya menuai aktivitas pembangunan dan ekonomi lebih tinggi daripada kawasan yang kurang padat penduduk. makin maju kawasannya maka makin mahal harga tanahnya. 
  3. Meningkatnya Permintaan Properti
    Permintaan pembangunan properti, terutama perumahan, menjadi salah satu faktor penyebab harga tanah meningkat. Pasalnya perkembangan properti di Indonesia terus meningkat, khususnya di Jakarta. Permintaan properti yang melaju kencang ini turut ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi yang membaik dan meningkatnya investasi dalam sektor ini. Bukan hanya Jakarta, para pengembang juga banyak merambah daerah-daerah pinggiran Jakarta seperti Serpong, Cisauk, Depok, dan lainnya.
  4. Penguasaan Pengembang
    Penguasaan lahan oleh pengembang terutama oleh pengembang besar bisa menjadi faktor tingginya harga tanah. Biasanya, mereka membeli tanah untuk kemudian dijadikan cadangan lahan (land bank). Ada juga yang membeli lahan kemudian diolah dan dijual kembali dengan kenaikan dua hingga tiga kali lipat. Ini biasanya sudah dalam bentuk tanah kavling alias tanah matang. Dengan cara ini, maka keuntungan yang didapatkan pun berlipat ganda.
  5. Keberadaan Benda-Benda Di Atas Tanah
    Meningkatnya harga tanah juga dipengaruhi oleh keberadaan benda-benda yang terletak di atasnya. Benda-benda tersebut bisa berupa bangunan tertentu maupun tanaman yang bernilai ekonomis serta produktif. Dengan adanya tanaman produktif dan ekonomis nyatanya mampu meningkatkan harga tanah terlebih jika tanaman tersebut bisa dibudidayakan dan menghasilkan keuntungan 
  6. Tidak Rawan Bencana Alam
    Perlu diakui, faktor penentu harga jual tanah yang tinggi salah satunya adalah tidak rawan terhadap bencana. Misalnya bebas bencana alam seperti banjir, longsor, atau erupsi gunung merapi. Kadangkala, pemilik tanah sering melakukan gimmick bahwa area tanah tidak rawan dari bencana alam.

Wilayah Dengan Harga Tanah Tertinggi Di Indonesia

Selain Jakarta, yang merupakan kota dengan harga properti termahal di Indonesia, ada beberapa kota lainnya yang harga tanahnya diam-diam menyusul Jakarta. Berikut deretan sepuluh besar kota dengan harga tanah teratas.

  1. Jakarta 
    Sudah menjadi hal yang wajar jika Jakarta menempati posisi pertama dengan harga tanah tertinggi. disebutkan harga tanah di kota tercatat sudah menembus angka Rp 24,6 juta per meter persegi dengan fluktuasi 13 persen. Harga tanah di Jakarta sendiri melonjak berkisar 80-100% sepanjang lima tahun terakhir. Di lokasi-lokasi strategis, rentang harga tanah berkisar Rp 15 juta hingga Rp 200 juta per meter persegi (m2) yang terletak di di Sudirman CBD.
  2. Surabaya
    Setelah Jakarta di posisi puncak, Surabaya nangkring di urutan dua. Tak beda jauh dengan Jakarta, harga tanah per meter persegi di Surabaya sudah mencapai Rp 21 juta dengan fluktuasi 8 persen. 
  3. Manado 
    Harga tanah di manado ternyata cukup tinggi dan merupakan wilayah dengan tanah termahal di luar Pulau Jawa dengan harga Rp 16 juta per meter perseginya. Hal ini dikarenakan Manado juga merupakan objek pariwisata, salah satunya Bunaken. 
  4. Tangerang 
    Di posisi keempat ada Tangerang. Wilayah suburban Ibu Kota ini, harga tanah per meternya sudah mencapai Rp 15,9 juta dengan fluktuasi 10 persen. Harga tanah di Tangerang juga diperkirakan akan meroket pada tahun tahun ke depan. 
  5. Depok
    Di posisi kelima ada Depok. Tak beda jauh dengan Tangerang, harga tanah di kota ini mencapai Rp15,2 juta per meter perseginya. Untuk tingkat fluktuasinya yakni 8 persen.
  6. Semarang 
    Sementara di posisi keenam ada Semarang. Harga tanah di kota ini sudah mencapai Rp14,8 juta dengan fluktuasi 15 persen. 
  7. Bekasi 
    Bekasi di urutan tujuh. Harga tanah di kota ini sudah mencapai Rp 14,2 juta. Kota yang dijuluki kota satelit ini harga tanahnya tembus Rp 14 juta per meter perseginya, dengan fluktuasi 8 persen.
  8. Balikpapan 
    Bergeser ke pulau Kalimantan, ada Balikpapan di posisi kedelapan. Harga tanah di kota ini sudah mencapai Rp11 juta dengan fluktuasi 18 persen. 
  9. Bogor 
    Disusul Bogor di urutan kesembilan dengan selisih harga tak begitu jauh, yakni Rp11 juta dengan fluktuasi 19 persen.
  10. Samarinda
    Samarinda di posisi sepuluh dengan harga tanah yang tembus ke angka Rp10.3 juta per meter persegi. Tingkat fluktuasinya mencapai tujuh persen.

Wilayah Dengan Harga Tanah Terendah Di Indonesia

Indonesia menduduki peringkat pertama dengan nilai Rp3,17 juta per meter, Thailand Rp3,03 juta per meter, Filipina Rp1,79 juta per meter, Malaysia Rp1,41 juta per meter, dan Vietnam Rp1,27 juta per meter. Terlepas dari itu, Anda masih bisa menemukan harga tanah termurah di Indonesia di sejumlah kota besar berikut.

  1. Jakarta
    Di Jakarta sendiri, kamu masih bisa menemukan harga tanah termurah mulai ratusan ribu. Berdasarkan NJOP Tahun 2020, berikut harga lahan termurah di Jakarta. Harga Tanah di Kepulauan Seribu berkisar Rp 394 - 916 ribu per meter persegi.  Kemudian di Jakarta Utara, harga tanah berada di rentang Rp 1,4 juta per meter persegi. Tak hanya disitu, di beberapa wilayah Koja serta Tanjung Priok juga Anda masih bisa menemukan harga lahan Rp 916 ribu per meter persegi. Sedangkan di Jakarta Timur harga tanah di antara Rp 2,29 - 2,92 juta per meter persegi. 
  2. Bekasi
    Tak hanya di Jakarta, harga lahan di Bekasi juga masih bisa ditemukan dengan harga murah. NJOP di Kota Bekasi terbagi menjadi 100 kelas. Paling tinggi atau kelas 1 nilai mencapai Rp 68 juta, sedangkan kelas terendah Rp 170 ribu. Anda juga bisa menemukan harga tanah dengan nilai Rp 308 ribu per meter persegi di kawasan Bantargebang.
  3. Depok
    Tahun 2019 Kota Depok menaikan NJOP tanah pada 17 ruas. Dari 17 ruas tersebut, ada sejumlah daerah yang harga lahannya masih tergolong murah. Misalnya NJOP di Kelurahan Bedahan nilainya paling rendah Rp 285 ribu.
  4. Bogor
    Harga tanah termurah di Bogor sesuai NJOP yakni Rp160 ribu per meter persegi. Bahkan, di sejumlah wilayah di Bogor harga tanah per meter persegi dapat ditemukan dengan harga Rp200 ribu.
  5. Malang
    Harga tanah termurah di Indonesia juga ada di Malang. Di kawasan koridor di Jl. Ki Ageng Gribig, NJOP-nya berkisar di angka Rp200 ribu per meter persegi. Meski demikian, nilai tanah tersebut seharusnya sudah mencapai mencapai Rp2,5 juta sampai dengan Rp5 juta per meter persegi.

Blog Populer Lainnya


Blog Terkait